Reshuffle dan Kesejahteraan Rakyat

Skenario Tiada Akhir

Lagi-lagi Presiden SBY kembali meracik para jagoan di kabinetnya.Tak tanggungtanggung, Sebanyak 19 kementerian dan 1 satu lembaga negara kini dihiasi wajah baru hasil reshuffle.

Ditambah 19 wakil menteri baru dari 34 kementerian seolah menjadi bukti keseriusan SBY membenahi kabinet yang dipimpinnya. Tersibak sebuah tanya, memang apa jaminannya dengan ganti menteri kemudian kesejahteraan rakyat meningkat? Terus menteri-menteri lama mau dikemanakan? Pakai tambah-tambah wakil menteri lagi, tambah anggaran tambah beban buat gaji bukan? Kenapa negara kita selalu saja begini.

Ketika banyak negara tengah berlari kencang, tetapi kita masih saja sibuk dengan diri kita sendiri. Coba kita tengok di luar sana, dunia berubah begitu cepat. Ekonomi, perdagangan, industri,dan teknologi bergerak sedemikian cepat.Hebatnya,rakyat dan pemerintah bisa saling mendukung membuat maju negaranya.

Kalau mau ngomong masalah kesejahteraan rakyat, harapharap sabar. Selama negara ini masih sibuk dengan beragam masalah yang kesemua output-nya hanya berkelumit di urusan pemerintahan yang tidak kunjung beres alias bikin-bikinskenario politik yang tiada akhirnya, maka jangan dulu bicara kesejahteraan rakyat.

Reshuffle bisa jadi hanya sebatas tempat tarikmenarik kekuasaan bukan ajang berlomba menyejahterakan rakyat. Ibarat jauh panggang dari api. Kapan matangnya. Jika masih saja begini, berbagai visi misi bangsa seolah jadi pelengkap. Karena waktu, tenaga, dan anggaran kita habis cuma buat mengurus masalah tata pemerintahan saja.

Saran saya,nasi sudah menjadi bubur.Rombakan kabinet pun sudah bergulir.Sekarang, maksimalkan waktu dan sumber daya yang ada. Garap secara nyata,transparan,dan progresif program-program pro rakyat yang orientasinya mengglobal sekalian. Babat habis para koruptor di kementerian.

Bangun kepercayaan rakyat dengan kinerja bukan dengan omong atau janji-janji belaka.Dan kita sebagai warga negara,wajib dukung pemerintah. Jangan bikin pesimis, buat diri kita selalu optimis. Percayakan pada pemerintah. Pemerintah juga jangan khianati lagi kepercayaan rakyat. Dengan begitu, yakinlah bahwa bangsa ini akan bangkit dari segala macam keterpurukan dan berlari menuju padang rumput kesuksesan yang lapang.●

*Tulisan ini dimuat pada Opini Mahasiswa Harian Seputar Indonesia Edisi Senin, 24 Oktober 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s