Pengalaman 7 Hari Konferensi plus Jalan-Jalan di Jepang

Antara percaya dan tidak, tapi inilah nyatanya. Hmm.. Awalnya mungkin hanya mimpi, bisa pergi ke luar negeri apalagi sampai menginjakkan kaki di negeri Sakura, Jepang. Hingga akhirnya peluang itu datang. Tak disangka, saya mendapat kesempatan menjadi pemakalah di sebuah simposium internasional, IJJSS 2012 namanya. Lagi-lagi seolah tak percaya, secara, simposium ini betul-betul sains banget kalo boleh di bilang. Tantangannya jelas, saya mahasiswa FIB, Fakultas Ilmu Budaya alias anak sosial humaniora. Bicara soal sains tentu bukan makanan sehari-hari saya. Hmm.. tapi jangan dikira saya akan menyerah. Justru seolah saya merasa ‘ditantang’. Hehe..

Singkat kata, setelah membaca informasi via si mbah google juga mainan buatan Zuckenberg itu, saya dapat info kalau siapa aja boleh daftar asal ngusulin abstract dulu. Alhasil, habis brainstorming dan bikin rumusan abstract’nya saya dan Tina, sahabat SMA saya yang juga ikut “kecemplung” dalam ide ini berupaya buat nuangin ide dan menerjemahkannya ke bahasa Inggris. Dengan bantuan Bang Hilman, sensei alias dosen di Fasilkom UI, yang saya kenal lewat sebuah acara di Beastudi Etos, saya minta untuk membimbing dalam pembuatan paper nya seandainya lolos nanti. Benar saja! Abstract saya TIDAK LOLOS, itu pikir saya diawal saat email dari panitia belum jua saya dapat di hari pengumuman. Namun rupanya, saya baru tahu kalau pengumumannya di undur. Hufth..

Sampai lah di tanggal 4 Oktober 2012, email saya buka dan tiba-tiba.. tanda ada email baru disana, di paling atas inbox Gmail saya. INVITATION LETTER lengkap dengan ACCEPTANCE LETTER telah masuk. Sontak! Saya senang sekaligus gembira, dan.. bingung. Haha.. sampai-sampai HP yang ditangan saya jatuh dan LCD nya menghitam L *korban pertama saya ikut acara ini, HP Samsung Corby II. Siapakah korban berikutnya? Tunggu saja..

Mencari Pendanaan

Bagi kebanyakan teman-teman mahasiswa, pendanaan adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi. Beruntung, pengalaman menjadi fundraiser di beberapa kepanitiaan sangat membantu saya dalam membangun sebuah kepercayaan terhadap orang-orang di sekeliling saya. Proposal dan “amunisi”nya pun disiapkan. Bayangkan, saya hanya punya waktu tak kurang dari 19 hari untuk mempersiapkan semuanya. Acara berlangsung tanggal 25 hingga 28 Oktober 2012. Otomatis, tanggal 23 kami sudah harus berangkat. Saya yakin, saya dan sahabat saya ini bisa berangkat, tapi apalah bisa dikata, Tina memutuskan untuk tidak ikut. Wisudanya yang baru selesai kemarin, membuatnya memilih fokus dulu pada pengembangan karirnya. Bisa dikatakan, saya pun berjuang sendirian, namun tetap dengan dukungan Tina tentu saja.

Kiat-Kiat

  1. Yakinkan diri kita, bahwa Allah Maha Kaya dan untuk tujuan mulia Allah pasti mendukung kita. Pengorbanan pasti ada, waktu, tenaga, dana dan bolos kuliah barangkali😀
  2. Pastikan Paspor, Tiket, dan Visa di upayakan dibuat sesegera mungkin dengan dana yang ada
  3. Susun Proposal Pendanaan kita (contohnya download disini)
  4. Daftar semua perusahaan yang berpeluang menjadi sponsor (daftarnya ada disini)
  5. Daftar semua pihak internal kampus yang bisa dimintai dana, seperti Program Studi, Fakultas, Universitas, atau pihak international office kampus
  6. Daftar semua orang-orang hebat disekeliling kita, yang dapat membantu financial kita, seperti senior, alumni, saudara, Guru/Dosen yang kita segani, sahabat, walimurid kita, karena saya memang mengajar dan semua orang pokoknya yang bisa membantu.
  7. Untuk pihak perusahaan, biasanya mereka sulit menerima proposal yang bersifat agak mendadak, hal ini terjadi pada saya. Oleh karenanya upayakan jauh-jauh hari sebaiknya proposal sudah masuk
  8. Jika kondisi pada H-7 misalkan, pendanaan dari pihak perusahaan dirasa peluangnya semakin kecil, maka jalan terbaik adalah fokus pada donasi dari orang-orang hebat di sekeliling kita  *itu menurut saya
  9. Berupaya terus, hingga semuanya minimal mencapai titik dana aman, yaa syukur kalau bisa lebih, hehe.. makin banyak buat bekal beli oleh-oleh..😀
  10. Terakhir, saya yakin kalau semua usaha sudah diupayakan maksimal, Inysaallah jadi berangkat. Dan benar saja di hari-hari menjelang keberangkatan, bala bantuan mengalir. Alhasil, alhamdulillah jejak saya sampai pula di Fuji pada ketinggian 2500 mdpl😀 Allahu Akbar..

Tentang IJJSS 2012

IJJSS (Indonesia Japan Joint Scientific Symposium) dimulai pada tahun 2004. IJJSS adalah kegiatan utama yang merupakan hasil kerjasama atau kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Chiba University. Pertama kali, kegiatan ini diadakan di tahun 2004 di Chiba University, Jepang. Dan di tahun ini, Chiba University kembali terpilih untuk menjadi tuan rumah The 5th IJJSS yang akan di selenggarakan pada tanggal 25 sampai 28 Oktober 2012. Simposium ini diselenggarakan untuk menjadi wadah atau tempat berbagi dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu di bidang sains dan teknologi.

Misi:

“Memberikan ruang bagi mahasiswa dan para peneliti dari Universitas di Jepang dan Universitas di Indonesia untuk mengemukakan ide dan gagasan, agar dapat merangsang terciptanya para ahli sehingga memberikan sumbangsi bagi kemajuan ilmu pengetahuan”

Berbagi foto:

Menara Sky Tree Tower
DSCF4513
Gunung Fujiyama
CIMG5960
Poster Presentation

surya chiba 2

resto jepang 2

CIMG6334

CIMG6304

CIMG6140

CIMG6256

CIMG5835

CIMG6054

DSCF4546

Nah.. seru dan menantang bukan’? Untuk teman-teman yang ingin sharing , di tunggu yaa cerita dan pengalamannya.. ^^
Nanti saya mampir dan komentar di tulisannya😀


2 thoughts on “Pengalaman 7 Hari Konferensi plus Jalan-Jalan di Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s