Tips Mengusir Malas , versi Saya

Sama seperti orang-orang lainnya, perasaan selalu dinamis, berubah-ubah. Pagi ini kita semangat, belum tentu nanti sore. Hari ini kita ceria, tapi apa masih ceria besok hari dan seterusnya?

Saya kadang mengidentifikasi diri sebagai orang yang moody, meskipun banyak semangatnya.. Tapi ngga jarang rasa malas kadang menyerang, rasanya berat mau melakukan sesuatu. Apalagi kita termasuk orang yang cepet bosen. Nah bahaya..

Pernah saya baca kalo orang dari golongan darah “B”, memang ngga suka sesuatu yang statis, tapi ia suka pekerjaan yang menuntutnya untuk dinamis, bergerak kemana saja. (yang jelas bukan jadi setrikaan ya.. haha), mungkin juga memiliki kesamaan dengan golongan darah yang lain.. hihi

Apapun alasannya, yang jelas amat penting bagi siapapun, untuk segera move on dari namanya rasa malas.

Begini, kalau ditanya apakah malas itu penyakit, atau hanya sikap sesaat saja? Kalau memang penyakit adalah obat mujarabnya?

Saya coba kutip dari Femina, bahwa dalam Journal of Sports Medicine, Dr. Richard Weiler mengatakan kemalasan harusnya mulai dikategorikan sebagai penyakit. Ia mengatakan ”begitu banyak uang dikeluarkan untuk mengobati gejala yang ditimbulkan oleh kemalasan tubuh, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi. Kalau tidak segera diatasi, hal ini akan menyeret orang ke liang kubur lebih cepat”.

Wih, ngeri kan? Jelas banget kalo males ini penyakit, plus mengundang hadirnya penyakit-penyakit lain di tubuh kita. Gimana cara ngilanginnya? Ini cara saya🙂

Pertama, bangun pagi. Kehidupan itu dimulai dari kita bangun pagi. Kalau bangunnya saja udah males-malesan, berleha-leha di tempat tidur, ngulet sana ngulet sini, gimana mau semangat menjalani hari? Kita, khususnya yang muslim sudah diajarkan tuk bangun pagi. Tahajjud!🙂 Bangunlah lebih pagi, upayakan sebelum masuk waktu subuh. Di mulai dengan ambil air wudhu, basuh muka supaya ngantuknya luntur.. dan mulai deh hari ini dengan mensyukurinya, berikan waktu kita secara khusus kepada Tuhan yang telah memberikan kita kesempatan tuk menghirup nikmatnya oksigen, nikmat sehat, dan berjuta nikmat lainnya yang belum tentu setiap orang dapat mencicipinya. Lanjutkan dengan jalan kaki ke masjid berjamaah subuh, sambung dengan membaca Al Quran beberapa halaman, bagus kalau bisa sekali satu juz. Bagi anda yang non muslim, intinya yaitu syukuri hidup sejak bangun pagi dengan memberikan porsi waktu utama tersebut untuk Tuhan, dengan berdo’a dan sebagainya.

Kedua, catat agenda apa saja hari ini. Kelihatannya sederhana kan, tapi percayalah hal ini bisa membuat kita bersemangat. Kita sadari bahwa masa hidup kita amatlah singkat, sedangkan agenda yang perlu kita selesaikan lebih banyak dari waktu yang kita punya. Nah supaya lebih terarah, catatlah tugas apa saja yang mesti kita tuntaskan hari ini. Hari ini akan kemana, bertemu dengan siapa, menyelesaikan apa, membuat apa dan lain-lainnya. Ada sebuah kalimat unik, “Catatlah apa yang kau kerjakan, dan kerjakanlah apa yang kau catat”. Dengan mencatat, kita bisa menentukan skala prioritas, mana hal yang penting, mana yang mendesak, mana yang tidak penting atau tidak mendesak. Waktu kita akan lebih efektif dan tidak terbuang sia-sia.

Ketiga, ingatlah mimpi dan tujuan hidup kita. Wah.. berat ya kedengerannya.. hehe.. Ngga kok, gini .. Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada maksudnya, bahkan makhluk seperti nyamuk sekalipun, ada manfaat yang bisa diambil. Bayangkan saja, kalau tidak ada nyamuk, berapa banyak orang yang kehilangan pekerjaan di perusahaan obat nyamuk🙂. Begitu juga hadirnya kita di dunia ini, pasti ada alasan mengapa kita dilahirkan, mengapa kita yang terpilih dari jutaan sel sperma yang dibuahi dan menjadi manusia seperti sekarang ini. Jika sudah punya mimpi dan tujuan, maka bersegeralah mengingatnya, lalu ciptakan goal-goal kecil hari ini untuk menciptakan goal besar dan tercapainya tujuan. Jika belum memiliki mimpi dan tujuan, maka selalu ada waktu untuk memulai. Mulai lah menuliskan mimpi, rancanglah mimpi dan tujuan kita itu dengan baik, demi kemanfaata bagi banyak orang, bukan hanya untuk diri sendiri. Libatkan Tuhan dalam setiap aktivitas kita untuk mencapainya.

Dengan ketiga cara tadilah kira-kira yang saya lakukan untuk mengusir jauh-jauh rasa malas dari dalam diri, lalu menggantinya dengan semangat baru yang segar dan pastinya menyehatkan😀

Berdo’alah.. seperti yang diajarkan Rasulullah..

“Allahum inni a’udzu bika minal-‘ajzi wal-kasali wal-jubni wal-bukhli wal-harami wa ‘adzabil-qabri. Allahumma ati nafsi taqwaha, wa zakkiha anta khairu man zakkaha, anta waliyyuha wa maulaha. Allahumma inni a’udzubika min ‘ilmin la yanfa’u, wa min qalbin la yakhsya’u, wa min nafsin la tasyba’u, wa min da’watin la yustajabu laha.”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, sifat malas, penakut, sifat bakhil, kerentanan, dan siksa kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, dan sucikanlah ia, Engkaulah penolong dan pelindungnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak di kabulkan.” (HR. Muslim).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s