Belajar dari Semut

Ningky Munir

Saya ingin berbagi pengalaman mengenai inspirasi yang muncul ketika mengamati kegiatan suatu koloni semut. Koloni semut memiliki banyak anggota. Konon koloni semut di Afrika Selatan bisa beranggotakan 700 ribu semut.

Dalam koloni, ada aneka ragam jenis anggota. Yang paling penting tentu adalah ratu yang mempunyai tugas bertelur demi kelangsungan hidup koloninya. Selanjutnya adalah semut-semut jantan yang bertugas membuahi sang ratu, diikuti oleh semut prajurit yang bertanggung-jawab atas keselamatan koloni. Mayoritas anggota koloni adalah semut-semut pekerja yang bertugas untuk memelihara operasional internal koloni, misalnya membersihkan sampah, menjaga telur, mengumpulkan makanan, dan lain sebagainya.

Semut adalah serangga yang sederhana. Hidupnya hanya mengikuti naluri, alternatif keputusannya hanya dua: ya versus tidak, ini versus itu. Seekor semut adalah makhluk yang bodoh dan tak berdaya. Sebagai koloni, ceritanya lain. Banyak koloni semut yang usianya lebih dari satu abad. Semut-semutnya boleh berganti, koloninya tetap bertahan, bahkan membesar.

Gabungan makhluk sederhana itu bisa bertahan lebih dari seratus…

View original post 179 more words


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s