Inspirasi Tukang Tambal Ban dan Sopir Taksi

Buat kita yang masih punya ‘gengsi’, sekarang ini waktunya berpikir ulang. Iya, berpikir ulang dan mempertanyakan lagi tentang ke’gengsian’nya itu.

Renungkan dua realita bapak yang luar biasa ini. Seorang tukang tambal ban bernama Pak Kadiyono dari Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tengah ternyata saat ini sedang berupaya mengejar gelar doktornya. Di tempat yang lain, seorang alumni teknik sipil dari Jerman saat ini telah 6 bulan menjadi sopir taksi di Jakarta, Pak Peter Yan namanya.

Berpakaian necis, berdasi, mobil mewah, dan beragam aksesoris dunia bisa jadi merupakan impian banyak orang. Tetapi tidak banyak orang juga menyadari bahwa semua atribut tersebut hanyalah atribut. Atribut yang secara normal kita beranggapan bahwa sekolah tinggi – kerja di perusahaan ternama- uang banyak – gaji besar – lalu kaya.

Perlu disadari bahwa hidup tidak selamanya seperti itu, roda kehidupan berputar dan kadang berputar ke arah yang kita tidak duga. Gengsi kadang mengalahkan segalanya. Karea gelar sudah tinggi, tak kuat menghadapi kenyataan akhirnya sampai-sampai paling parah memilih untuk mengakhiri hidup, ironis.

Mari kita ganti gengsi dengan rasa syukur dengan apa yang kita miliki.

Sembari terus berusaha melakuka yang terbaik. Semangat!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s